Hewan langka di indonesia yang hampir punah. Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, terhitung type flora dan faunanya. Bahkan, beberapa spesies hewan yang hampir hancur dan jarang hanya ada di hutan-hutan di Indonesia. Sampai, World Wildlife Fund (WWF) turut menolong membuat perlindungan hewan-hewan ini.
Di sisi lain, hal ini banyak mengundang perhatian pelancong asing. Sekedar untuk melihat hewan-hewan jarang yang nyaris hancur dan dilindungi ini, mereka harus jauh ke Indonesia dan ke banyak daerah terkucil. Berikut beberapa hewan langka di Indonesia yang terancam punah dikutip dari informasi satwa. Apa saja?
Hewan langka di indonesia yang hampir punah
1. Harimau SumaterA
Hewan langka di indonesia yang hampir punah yang pertama adalah Harimau Sumatera atau Panthera tigris sumatrae ialah subspesies harimau yang komunitas aslinya ada di Pulau Sumatera. Mencuplik situs Taman Margasatwa Ragunan, hewan ini mempunyai ciri-ciri kulit loreng coklat kekuning-kuningan dengan garis-garis hitam vertikal dari kepala sampai ekor.
Tinggi Harimau Sumatera bisa capai 60 cm (cm), dengan panjang 250 cm. Hewan langka ini sebagai sub spesies Harimau paling akhir yang berada di Indonesia, Bunda.
Pengembangbiakan Harimau Sumatera memerlukan waktu sekitaran 103 hari untuk hamil. Umumnya hewan ini melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekalian, dan terbanyak 6 ekor.
2. Gajah Sumatera
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus sebagai salah satunya tipe satwa yang diproteksi di Indonesia berdasar Ketentuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018. Begitu seperti mencuplik situs Kementerian Kehutanan.
Berdasar IUCN Red Daftar of Threatened Species, hewan ini dengan status Critically Endangered atau spesies yang terancam krisis, yaitu beresiko tinggi untuk punah di alam liar.
Gajah Sumatera ialah subspesies dari gajah Asia yang cuma diketemukan di Pulau Sumatera. Hewan ini mempunyai bentuk lebih kecil dibanding subspesies gajah India. Gajah Sumatera membutuhkan 19 sampai 21 bulan untuk melahirkan satu ekor anak gajah.
3. Badak Jawa
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Badak Jawa atau badak bercula satu ialah hewan langka di Indonesia yang nyaris punah. Kita cuma dapat menjumpainya di Taman Nasional Ujungkulon, Bunda.
"Hewan ini lebih banyak dicari manusia untuk diambil culanya. Mereka ambilnya untuk dipakai sebagai obat," kata Danang Irawan Sopyan dalam buku 300++ Hewan dan Tumbuhan Menakjubkan di Dunia.
Tubuh Jawa terhitung spesies yang begitu membahayakan saat serang lawannya. Mereka mempunyai cula yang paling tajam. Selainnya membuat perlindungan diri, cula badak dipakai untuk cari tumbuhan untuk makan.
4. Banteng
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Banteng atau Bos javanicus ialah spesies hewan yang banyak diketemukan di Pulau Jawa. Hewan ini serupa sapi, tetapi lebih berotot dengan tulang tebal, kaki yang semakin besar, leher yang berotot dan besar dengan sundul di kepalanya.
Hewan ini umumnya kawin di bulan September sampai Oktober dan hamil di antara 8 sampai sembilan bulan. Dalam pengembangbiakannya, banteng umumnya melahirkan 1 sampai 2 ekor anak.
5. Owa Jawa
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Owa Jawa mempunyai nama lain Hylobates moloch. Hewan ini sebagai satwa epidemik Pulau Jawa dan salah satu tipe primata semacam kera yang tidak berbuntut dari keluarga owa (Kerabat Hylobatidae).
Selainnya tidak berbuntut, Owa Jawa mempunyai lengan yang lumayan panjang dibanding badannya. Badan hewan ini warna abu-abu dengan segi kepala lebih gelap dan sisi muka warna hitam.
Famili owa yang lain hidup di Sumatera ada 2 tipe, di Mentawai ada 1 tipe, dan Kalimantan ada 2 tipe. Menurut IUCN, Owa Jawa dengan status terancam punah.
6. Orang utan
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Orang utan. Orang utan ialah tipe kera yang mempunyai rambut lebih papang dibanding tipe kera lainnya. Hewan ini menyebar di rimba Kalimantan dan Sumatera.
"Nama orang utan datang dari Bahasa Indonesia yang maknanya manusia yang hidup di rimba. Diberi nama begitu karena hewan ini banyak memiliki kemiripan dengan manusia, baik dari sisi wujud badan atau DNA," kata Danang.
Orang utan masuk ke hewan langka yang terancam punah berdasar data Tubuh Pusat Statistik (BPS) dan berdasar SK Direktur Jenderal KSDAE Nomor 180/IV-KKH/2015 mengenai Penentuan 25 Satwa Terancam Punah Fokus untuk Dipertingkat Komunitasnya Sejumlah 10% pada Tahun 2015-2019.
7. Bekantan
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Bekantan mempunyai nama latin Nasalis larvatus. Hewan ini juga dikenal dengan panggilan monyet berhidung panjang atau besar.
Bekantan bisa diketemukan di pulau Asia Tenggara dan Kalimantan. Spesies ini umumnya hidup bersebelahan sama orang utan Kalimantan.
Bekantan masuk ke daftar hewan langka di Indonesia. Karena, hewan ini umumnya cuma melahirkan satu anak dalam pengembangbiakannya.
8. Komodo
Hewan langka di indonesia yang hampir punah selanjutnya adalah Komodo dan cuma diketemukan di Kepulauan Flores, khususnya di Pulau Komodo. Hewan ini sebagai kadal menyebar di dunia, Bunda.
Komodo memerlukan minimal lima tahun untuk dapat tumbuh sampai memiliki ukuran 2 mtr.. Hewan ini juga bisa hidup sampai berumur 30 tahun.
Populasi Komodo dicemaskan akan punah karena pemasaran ilegal yang sudah dilakukan di pasar gelap. Pada tahun 2017, minimal ada 5.954 ekor jumlah komodo yang terancam punah di Indonesia.
9. Jalak Bali
Jalak Bali disebutkan dengan curik Bali. Tipe burung ini mempunyai panjang sekitaran 25 cm, Bunda.
Burung yang mempunyai nama Latin Leucopsar rothchildi ini sebagai satwa epidemik Indonesia yang cuma diketemukan di Pulau Bali sisi barat. Hewan ini masuk ke daftar satwa langka yang diproteksi karena nyaris punah.
"Diprediksi jumlah spesies yang diketemukan di alam bebas cuma sekitaran belasan ekor. Jalak Bali sebagai satwa yang dilarang untuk diperjualbelikan, terkecuali hasil penangkaran dari angkatan ke-3 (indukan tidak dari alam)," tutur Danang.
10. Maleo
Maleo ialah tipe burung dengan panjang sekitaran 55 cm dan cuma diketemukan di Pulau Sulawesi. Burung ini mempunyai karakter anti-poligami, yang memiliki arti tidak bertelur sesudah pasangannya mati.
Populasi hewan ini terancam punah karena telurnya banyak diculik dan tempat rumahnya banyak dirusak manusia. Tidak itu saja, hewan ini makin langka karena telurnya banyak juga dimakan babi rimba dan biawak.
Maleo cuma dapat hidup di dekat pantai berpasir panas atau di wilayah pegunungan yang mempunyai sumber mata air panas atau keadaan geotermal tertentu. Di wilayah dengan sumber panas ini, maleo akan memendam telurnya dalam pasir.
11. Babi Rusa
Babi rusa bisa diketemukan di Sulawesi, Pulau Togian, Melenge, Sula, Buru, dan Maluku. Komunitas hewan langka ini lebih banyak diketemukan di rimba hujan tropis, Bunda.
Babi rusa sukai makan buah-buahan dan tumbuhan. Mereka cuma memburu makanan pada malam hari untuk menghindar bintang buas.
Walau demikian, babi rusa menjadi buas jika terganggu. Mereka mempunyai taring yang panjang muncul ke atas yang bermanfaat membuat perlindungan matanya dari duri rotan.
Populasi babi rusa sekarang diproteksi karena terancam punah. Berdasar data BPS, jumlah babi rusa yang terancam punah pada tahun 2017 ialah 616 ekor.
12. Anoa
Hewan Langka IndonesiaAnoa, Hewan Langka Indonesia/ Photo: Getty Images/iStockphoto/Anolis01
Anoa juga dikenal dengan panggilan sapi rimba atau Bubalus sp. Anoa sebagai satwa paling besar yang hidup di dataran Sulawesi, Bunda.
Ada dua tipe anoa, yaitu Bubalus depressicornis (anoa daratan rendah) dan Bubalus quarlesi (anoa daratan tinggi). Hewan ini lebih suka hidup menyendiri dibanding bergerombol. Mereka dikenali mempunyai sikap yang agresif, Bunda.
Populasi anoa dicemaskan akan punah karena pembongkaran rimba dan pemburuan liar. Data BPS menyebutkan jika jumlah anoa yang terancam punah tahun 2017 ialah 471 ekor.

0 komentar:
Posting Komentar