Hewan langka di indonesia dan keteranganya

 

Hewan langka di indonesia dan keteranganya

Hewan langka di indonesia dan keteranganya.Indonesia tidak cuma populer sebagai negara yang kaya budaya dan kulinerannya. Tetapi, Indonesia populer mempunyai kekayaan flora dan fauna yang bermacam.


Flora dan fauna sangat jarang banyak juga diketemukan di Indonesia. Sayang perdagangan satwa langka di Indonesia masih abadi dan tidak teratasi. Ingat nilai jual dari satwa langka itu benar-benar fenomenal hingga silau mata beberapa pemburu.


Perdagangan satwa langka secara ilegal masih jadi intimidasi berbahaya untuk satwa langka di Indonesia. Satwa langka yang diperjualbelikan secara ilegal berdasar beragam bukti yang diketemukan di atas lapangan umumnya ialah hasil tangkapan dari alam, tidak dari penangkaran. Beberapa jenis satwa langka yang dilindungi dan hampir musnah masih tetap diperjualbelikan secara bebas di beberapa pasar hewan semua Indonesia.


Walau sebenarnya dalam undang-undang telah ditata berkenaan larangan baik memperjual-belikan satwa yang dilindungi atau memiara atau mempunyai satwa langka yang dilindungi itu. Dalam undang-undang No.5 Tahun 1990 mengenai Pelestarian Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dalam Bab V Pengawetan Tipe Tumbuhan dan Satwa, pasal 21 ayat (2) mengatakan jika tiap orang dilarang tangkap, mencederai, membunuh, simpan, mempunyai, memiara, mengusung, dan memperniagakan satwa yang dilindungi pada kondisi hidup.


Oleh karena itu perlu kerja-sama di antara warga dan pemerintahan untuk selalu berusaha membuat perlindungan satwa langka itu supaya tidak diperjualbelikan dan menjumpai kemusnahan. Berikut Hewan sangat jarang di indonesia dan keteranganya.

Hewan langka di indonesia dan keteranganya

1. Borneo atau Kalimantan salah satu komunitas asli orangutan

Orangutan sebagai salah satunya bangsa kera yang paling serupa dengan manusia. Di penjuru dunia, jumlah orangutan semakin berkurang. Sampai sekarang ini, cuma sisa sekitaran 55 ribu pribadi saja. Banyak salah satunya yang hidup di pulau Kalimantan dan 200 yang lain di Sumatera.


Jumlah orangutan yang tetap turun disebabkan komunitas mereka yang memerlukan rimba lebat. Tidak itu saja, komunitas mereka diambil oleh beberapa pihak tidak bertanggungjawab untuk pembukaan tempat paksakan. Ini mengundang perhatian WWF dan banyak volunteer dari penjuru dunia untuk menolong penangkaran orangutan di Indonesia.


2. Komodo di pulau Komodo

Di tahun 2017, jumlah spesies kadal raksasa ini cuma sekitaran 3.012 ekor saja. Angka ini telah terhitung kenaikan dari jumlahnya di beberapa tahun awalnya. Karena kelangkaannya, pemerintahan jadikan pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur jadi taman nasional dan komunitas asli komodo.


Salah satunya yang membuat komodo susah berkembang biak ialah proses perkawinan mereka. Komodo jantan harus bertanding lebih dulu untuk mengawini satu ekor betina. Tidak itu saja, komodo yang baru menetas dari telur benar-benar rawan dimakan predator lain atau komodo yang semakin besar.


3. Dari 7 spesies, 6 spesies penyu hidup di Indonesia

Karena jumlahnya spesies penyu yang sukses hidup di Indonesia, pemerintahan membuat perlindungan hewan ini dengan membikinkan penangkaran di beberapa wilayah. Salah satunya ialah di pulau Tanjung Benoa-Bali, Kepulauan Seribu, dan Lombok.


Untungnya, warga di Indonesia yakin jika penyu sebagai hewan pembawa peruntungan. Hingga, mereka banyak juga menolong dalam perawatan penyu.


4. Tarsius tarsier, primata langka yang hidup di Sulawesi

Primata ini mempunyai ciri-ciri memiliki tubuh kecil warna cokelat dengan mata besar, dan suka bergelantung di ranting pohon seperti koala. Tarsius tidak dapat menginjakkan kakinya di tanah, karena ia terus melonjak dari 1 pohon ke pohon lainnya.


Tindakan pembukaan tempat rimba secara ilegal membuat komunitas hewan ini semakin menyusut. Akhirnya, pemerintahan jadikan hewan kecil ini diproteksi. Tarsius bisa ditemui di hutan-hutan yang berada di Sulawesi.


5. Harimau Sumatera diprediksi musnah pada 2050

Paling mencemaskan karena hampir musnah, jumlah sub spesies harimau Sumatera cuma sekitaran 300-400 saja yang hidup di alam bebas. Jumlahnya pembukaan tempat kelapa sawit secara ilegal membuat komunitas harimau terusik. Bahkan juga, komunitasnya diprediksi akan hancur pada 2050 bila didiamkan.


Nach, jika tidak mau anak cucu kita nantinya cuma dengar narasi berkenaan Harimau tanpa menyaksikannya, kita bertanggungjawab jaga rimba. Satu diantaranya dengan tidak mencemarkan lingkungan dan mengirit sumber daya, seperti kertas yang bahan bakunya berbentuk kayu atau pohon.


6. Angka komunitas badak bercula satu di Jawa makin turun

Badak bercula satu sebagai satu dari 5 spesies badak yang hidup di dunia. Di pulau Jawa, hewan ini cuma bisa dijumpai di Taman Nasional Badak wilayah Ujung Kulon, Banten. Karena dahulunya banyak yang mengincar culanya, jumlah spesies badak ini selalu turun. Sekarang cuma sisa 50-60 ekor saja.


7. Burung cenderawasih, satwa kebanggaan ciri khas Papua

Walau sudah banyak dikirimkan ke beragam negara, ke-4 tipe burung cendrawasih cuma bisa diketemukan di Papua. Rekreasi pengawasan burung cendrawasih bisa didatangi pada Isio, Jalan Korea, dan Gantebang yang ada di area Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.


8. Di Sulawesi, kamu dapat menyaksikan Anoa, banteng paling kecil di dunia

Anoa mempunyai nama panggilan yang diberi warga sekitaran, yaitu sapiutan. Maknanya sapi yang hidup di rimba. Karena masih satu famili dengan banteng, kecepatan berlarinya capai 10 km/jam.


Anoa mempunyai sepasang sundul yang seperti banteng. Namun, ukuran anoa lebih kecil dibanding banteng secara umum. Sayang, banyak faksi yang tidak bertanggungjawab mengincar hewan ini untuk dimakan.


KIni, komunitas anoa di Sulawesi cuma sisa sekitaran 2.469 ekor saja. Ini membuat anoa menjadi satu diantara satwa yang dilindingi pemerintahan Indonesia. Ada juga komunitas hidupnya di rimba yang perawan, yaitu di wilayah Gunung Tingkat.


9. Spesies burung maleo hidup di daratan rendah dan bukit-bukit Sulawesi

Maleo senkawor sering ditemui di wilayah Gorontalo. Tetapi, banyaknya sedikit, cuma sekitaran 10.000 ekor saja. Berkurangnya komunitas maleo karena ukuran telurnya yang besar sekali, yaitu 5 kalinya dibandingkan telur ayam.


Ini membuat beberapa yang berminat untuk ambilnya. Untungnya, sesudah dikukuhkan jadi satwa yang dilindungi, komunitas burung ini mulai bertambah secara perlahan-lahan.


10. Corak merak yang colorful cuma berada di Jawa dan Sumatera

Merak memanglah bisa dijumpai di Malaysia dan India. Namun, ada yang lain dengan merak di Jawa dan Sumatera. Mereka mempunyai bulu-bulu yang lebih warna dan lezat dilihat. Di sejumlah negara, merak cuma mempunyai satu corak saja, seperti biru atau hijau. Dan di Indonesia, coraknya lebih bermacam, satu diantaranya merak putih.

Tersebut beberapa Hewan langka di indonesia dan keteranganya yang terancam dan nyaris musnah. Walau bukan petinggi pemerintah, kita sebagai masyarakat negara yang bagus harus ikut serta jaga komunitas dan ekosistem mereka secara baik. Janganlah sampai mereka musnah pada tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab.


0 komentar:

Posting Komentar